Cara Menghitung ROI Mudah

ahami cara menghitung ROI (Return Investasi) dari investasi Anda. Dapatkan rumus dasar, contoh kasus sederhana, serta cara menghitung Annualized ROI. Dok : Zona Fintech

ZONA INVESTASI | Memahami seberapa menguntungkan suatu investasi adalah kunci sukses dalam dunia keuangan. Return on Investment (ROI) adalah metrik penting yang digunakan investor untuk mengukur efisiensi atau profitabilitas investasi. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu ROI, mengapa penting, dan bagaimana cara menghitungnya dengan langkah-langkah yang mudah dipahami.

 

Read More

Apa Itu Return on Investment (ROI)?

Return on Investment, atau yang lebih dikenal sebagai ROI, adalah rasio kinerja yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi sejumlah investasi atau untuk membandingkan efisiensi sejumlah investasi yang berbeda. Pada dasarnya, ROI mengukur seberapa banyak “return” (keuntungan atau kerugian) yang dihasilkan relatif terhadap biaya investasi. Metrik ini sangat populer karena kesederhanaannya dan kemampuannya memberikan gambaran cepat mengenai profitabilitas.

Dalam konteks bisnis atau investasi pribadi, ROI membantu menjawab pertanyaan fundamental: Apakah uang yang saya investasikan menghasilkan uang tambahan? Jika nilai ROI positif, ini menunjukkan adanya keuntungan. Sebaliknya, nilai negatif berarti investasi tersebut mengalami kerugian. ROI dapat diterapkan pada berbagai jenis aset, mulai dari saham, properti, kampanye pemasaran, hingga proyek pengembangan bisnis.

ROI biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase. Bentuk persentase ini memudahkan perbandingan antar investasi. Misalnya, investasi properti dengan ROI 15% jelas lebih efisien daripada investasi saham dengan ROI 8%, asumsi faktor risiko yang sebanding.

 

Pentingnya Menghitung ROI dalam Pengambilan Keputusan Investasi

Menghitung ROI bukan sekadar formalitas akuntansi; ini adalah alat strategis yang vital bagi setiap investor atau manajer bisnis. Ada beberapa alasan utama mengapa penghitungan ROI sangat penting:

  1. Evaluasi Kinerja: ROI memungkinkan investor untuk menilai seberapa baik kinerja investasi mereka dalam periode waktu tertentu. Ini membantu membedakan antara investasi yang berhasil dan yang gagal.
  2. Perbandingan Investasi: Ketika dihadapkan pada beberapa opsi investasi (misalnya, obligasi vs. reksadana), ROI standar memberikan metrik umum untuk membandingkan potensi keuntungan dari setiap pilihan.
  3. Alokasi Sumber Daya: Dalam bisnis, ROI membantu manajemen memutuskan ke mana mengalokasikan anggaran berikutnya—apakah pada pengembangan produk baru, ekspansi pasar, atau peningkatan infrastruktur. Proyek dengan proyeksi ROI tertinggi biasanya akan diprioritaskan.
  4. Pengambilan Keputusan Jual/Beli: Investor sering menggunakan ROI historis untuk menentukan apakah sudah waktunya menjual aset yang berkinerja buruk (ROI negatif atau sangat rendah) atau mempertahankan aset yang memberikan pengembalian kuat.

Tanpa pengukuran ROI yang akurat, keputusan investasi akan didasarkan pada spekulasi atau firasat, yang sangat berisiko. ROI memberikan data konkret yang mendukung proses pengambilan keputusan yang rasional. (Sumber: investopedia)

 

Rumus Dasar dan Langkah-Langkah Menghitung ROI

Menghitung ROI sangatlah mudah, asalkan Anda memiliki dua angka kunci: nilai keuntungan bersih dan biaya investasi. Rumus dasarnya adalah sebagai berikut:

ROI = (Keuntungan dari Investasi – Biaya Investasi) / Biaya Investasi * 100%

Mari kita bongkar komponen-komponen ini dan lihat langkah-langkah praktisnya:

1. Tentukan Keuntungan dari Investasi (Investment Gain)

Keuntungan dari investasi adalah total pendapatan yang Anda peroleh dari aset tersebut. Ini bisa berupa penjualan aset dikurangi nilai awalnya, dividen, bunga, atau keuntungan operasional. Misalnya, jika Anda membeli saham seharga Rp10.000.000 dan menjualnya seharga Rp12.500.000, keuntungan total Anda adalah Rp2.500.000.

2. Tentukan Biaya Investasi (Cost of Investment)

Biaya investasi adalah jumlah total yang dikeluarkan untuk memperoleh dan mempertahankan aset tersebut. Ini tidak hanya mencakup harga pembelian awal, tetapi juga biaya transaksi, komisi, pajak, dan biaya pemeliharaan lainnya yang relevan. Jika Anda berinvestasi di properti, biaya investasi mencakup harga beli, biaya notaris, renovasi, dan pajak properti selama periode kepemilikan.

3. Hitung Keuntungan Bersih (Net Return)

Keuntungan Bersih dihitung dengan mengurangkan Biaya Investasi dari Keuntungan dari Investasi. Inilah angka yang akan diletakkan di pembilang rumus ROI.

Contoh Kasus Sederhana:

  • Anda membeli sebuah sepeda motor antik seharga Rp50.000.000.
  • Selama masa kepemilikan, Anda menghabiskan Rp5.000.000 untuk perawatan (ini termasuk Biaya Investasi).
  • Total Biaya Investasi = Rp50.000.000 + Rp5.000.000 = Rp55.000.000.
  • Setelah tiga tahun, Anda menjual sepeda motor tersebut seharga Rp70.000.000 (Keuntungan dari Investasi).
  • Keuntungan Bersih = Rp70.000.000 – Rp55.000.000 = Rp15.000.000.

4. Terapkan Rumus ROI

Setelah mendapatkan Keuntungan Bersih dan Biaya Investasi, masukkan angka-angka tersebut ke dalam rumus:

ROI = (Rp15.000.000 / Rp55.000.000) * 100%

ROI = 0,2727 * 100%

ROI = 27.27%

Artinya, investasi pada sepeda motor antik tersebut memberikan pengembalian sebesar 27.27% dari modal yang diinvestasikan.

 

Batasan dan Pertimbangan Penting Saat Menggunakan ROI

Meskipun ROI adalah metrik yang kuat, penting untuk memahami batasannya. ROI adalah alat yang sensitif terhadap cara penghitungan dan dapat menyesatkan jika tidak diinterpretasikan dengan benar, terutama dalam konteks jangka panjang atau investasi yang kompleks.

Salah satu batasan terbesar ROI adalah bahwa ia mengabaikan faktor waktu. ROI 27.27% pada contoh di atas terjadi selama periode tiga tahun. Jika investasi lain memberikan ROI 20% tetapi hanya dalam waktu satu tahun, maka investasi kedua sebenarnya lebih efisien secara waktu.

Untuk mengatasi keterbatasan ini, investor sering menggunakan metrik terkait lainnya, seperti Annualized ROI (ROI Tahunan) atau Internal Rate of Return (IRR) untuk memperhitungkan durasi investasi. Rumus untuk Annualized ROI (untuk periode lebih dari satu tahun) adalah:

Annualized ROI = [(1 + Total ROI) ^ (1/Jumlah Tahun)] – 1

Mengambil contoh sepeda motor di atas, dengan ROI 27.27% selama 3 tahun:

Annualized ROI = [(1 + 0.2727) ^ (1/3)] – 1

Annualized ROI = (1.2727 ^ 0.3333) – 1

Annualized ROI ≈ 1.0836 – 1 = 8.36% per tahun

Selain faktor waktu, batasan lain yang perlu diperhatikan adalah:

  • Faktor Risiko: ROI tidak mencerminkan risiko yang terkait dengan investasi. Investasi dengan ROI tinggi mungkin juga memiliki risiko kerugian yang sangat tinggi.
  • Pengakuan Biaya: Kesulitan dalam mengidentifikasi semua biaya yang relevan dapat menyebabkan perhitungan ROI menjadi bias. Misalnya, biaya oportunitas (pendapatan yang hilang karena memilih investasi A daripada B) jarang dimasukkan dalam perhitungan ROI standar.

Oleh karena itu, selalu gunakan ROI sebagai titik awal evaluasi. Gabungkan metrik ini dengan analisis risiko, likuiditas, dan durasi waktu untuk mendapatkan gambaran kesehatan investasi yang lebih holistik.

 

Conclusion

Return on Investment (ROI) adalah metrik fundamental yang memberikan pandangan cepat mengenai profitabilitas investasi. Dengan rumus sederhana: (Keuntungan Bersih / Biaya Investasi) * 100%, investor dapat mengevaluasi efisiensi aset, membandingkan berbagai peluang investasi, dan membuat keputusan alokasi sumber daya yang lebih baik. Meskipun ROI mudah dihitung, penting untuk mempertimbangkan batasannya, terutama terkait faktor waktu. Untuk investasi jangka panjang, disarankan untuk mengkonversi ROI ke Annualized ROI agar perbandingan menjadi lebih akurat dan relevan, memastikan bahwa keputusan investasi Anda didasarkan pada data yang solid dan terperinci. (mwa)

 

Pantau Informasi terbaru dari kami melalui Channel Whatsapp dengan klik disini

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *